Bali sebagai tempat wisata yang siap bersaing secara global

Pariwisata merupakan industri yang menjajikan untuk Indonesia sebagai salah satu destinasi unggulan pariwisata internasional. Pada Maret lalu, Indonesia diwakili oleh Bali masuk ke dalam sepuluh besar destinasi wisata terbaik dunia menurut TripAdvisor. Untuk terus mendukung keunggulan pariwisata nasional, Menteri Pariwisata Arief Yahya mengajak milenial terlibat dalam Tourism 4.0.

Menurut Arief, Pariwisata Indonesia telah memasuki era revolusi industri 4.0. Hal ini ditandai dengan berubahnya perilaku wisatawan yang sangat digital dan semakin dominannya wisatawan milenial.

“Sekitar 70% wisatawan melakukan search and share melalui platform digital dan lebih dari  50% inbound travellers kita adalah kaum milenial. Untuk itu, milenial harus memanfaatkan tourism 4.0sebagai sumber keunggulan kompetitif baru dalam memenangkan pariwisata di pasar global,” ujar Arief Yahya 


SUMBER: KEMENPAR

Pariwisata merupakan industri yang menjajikan untuk Indonesia sebagai salah satu destinasi unggulan pariwisata internasional. Pada Maret lalu, Indonesia diwakili oleh Bali masuk ke dalam sepuluh besar destinasi wisata terbaik dunia menurut TripAdvisor. Untuk terus mendukung keunggulan pariwisata nasional, Menteri Pariwisata Arief Yahya mengajak milenial terlibat dalam Tourism 4.0.

Menurut Arief, Pariwisata Indonesia telah memasuki era revolusi industri 4.0. Hal ini ditandai dengan berubahnya perilaku wisatawan yang sangat digital dan semakin dominannya wisatawan milenial.

“Sekitar 70% wisatawan melakukan search and share melalui platform digital dan lebih dari  50% inbound travellers kita adalah kaum milenial. Untuk itu, milenial harus memanfaatkan tourism 4.0sebagai sumber keunggulan kompetitif baru dalam memenangkan pariwisata di pasar global,” ujar Arief Yahya

Hetifah Sjaifudian, Wakil Ketua Komisi X DPR-RI melanjutkan bahwa era industri 4.0 akan mengubah serta mendisrupsi industri pariwisata secara mendasar. Hal ini didorong dengan terwujudnya ”cost value” atau dikenal dengan “more orless, experience value (personalized) dan plarform value  (resource sharing) yang dapat dinikmati para wisatawan.

“Terwujudnya seamless dan personalized experience didorong dengan adanya peran teknologi 4.0. Teknologi ini diantaranya big data analytics, artificial intelligence, internet of things, robotics, augmented reality, cloud computing, dan blockchain. Contoh paling konkret adalah robotic airport guide/helper yang membantu wisatawan mempercepat proses check-in dan boarding di bandara,” lajut Arief.

Tidak hanya itu, Menpar juga memanfaatkan teknologi augmented reality (AR). Teknologi ini memungkinkan munculnya pelayanan e-conciergemobile payment, atau asisten pribadi. Sementara itu, teknologi virtual reality memungkinkan penyedia jasa pariwisata mengurangi jumlah brosur.

“Cepat atau lambat kemajuan ini akan terjadi di seluruh sektor. Sebagai persiapan menyambut era industri 4.0 Kemenpar kini sedang menyiapkan platform digital dengan nama New ITX  atau Indonesia Tourism Exchange. Platfom ini menjadi etalase produk pariwisata berwujud digital untuk mengakomodasi penggiat UMKM kecil, mikro, dan menengah,” tutup Arief.

Revolusi industri terhadap pariwisata

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya beberkan visi pariwisata Indonesia dalam menyambut revolusi industri 4.0. Menpar meyakini, datangnya Era Creative atau Cultural Industry dalam revolusi industri 4.0 adalah sebuah keniscayaan yang tidak bisa dihindarkan. Karena cepat atau lambat akan menyisir hampir di seluruh sektor, tak terkecuali pariwisata. “Saat ini pelancong, khususnya millennials 70 persen sudah menikmati manfaat era digital. Mereka melihat destinasi, pesan, dan bayar sudah dalam satu aplikasi di ponsel pintar dengan cepat, murah dan mudah,” kata Menpar Arief Yahya . Sadar akan hal tersebut, Menpar punya cara sendiri untuk menyambut revolusi industri 4.0 yang serba digital tersebut. Diantaranya adalah dengan menyiapkan platform digital dengan nama New ITX-Indonesia Tourism Exchange. Platform tersebut adalah sebuah etalase produk pariwisata berwujud digital agar UMKM  kecil, mikro, dan menengah tetap eksis dengan berjualan paket melalui digital marketplace. “Hal itu sesuai dengan Gerakan Go Digital yang sudah kami sah kan dalam Rakornas di Ancol, Jakarta akhir Februari lalu,” lanjut Menpar Arief. Lebih lanjut, menpar mencontohkan fenomena hadirnya Online Travel Agent (OTA) yang semakin kuat dan jauh meninggalkan bisnis travel agent konvensional. Misalnya Traveloka yang berhasil mencapai predikat unicorn digital company Indonesia. Meskipun begitu, dalam pelaksanaannya bukan tanpa hambatan. Menurut data Kementerian Pariwisata (Kemenpar),masih ada 30 persen insan pariwisata Indonesia yang masih betah menggunakan cara lama. Untuk mengatasinya, Menpar akan melakukan penyuluhan agar para pelaku pariwisata Indonesia seluruhnya sudah melek digital. “Orang lama akan dibimbing untuk memasuki era baru yang serba digital. Sesuai dengan hasil Rakornas terakhir triwulan I 2019 yang berfokus pada Transforming Tourism Human Resources, Winning The Global Competition in 4.0 Era,” ujar Menpar. Sebagai informasi, saat ini pemerintah di bawah arahan langsung Presiden Joko Widodo sedang fokus dalam pemberdayaan Sumber Daya Manusia (SDM). Pada 2019 ini pun diharapkan menjadi tahun pembangunan SDM Indonesia. Terkait hal itu, Menpar mengakui telah menyiapkan formula khusus untuk pemberdayaan SDM Indonesia untuk sektor pariwisata. “Kami akan menyiapkan SDM pariwisata yang siap menghadapi era Digital Tourism 4.0. Proses ini sebenarnya sudah dilakukan sejak 4 tahun silam dari tradisi analog konvensional menuju era digital di semua lini,” ungkap Menpar. Dengan visi inilah Menpar meyakini, Indonesia akan tangguh dan mampu memenangi persaingan dalam dunia pariwisata. “Revolusi industri sudah terasa dan makin terlihat di depan mata. Maka kami harus berlari lebih cepat, melompat lebih tinggi, agar bisa memenangkan persaingan global,” tutup Menpar Arief Yahya.

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya beberkan visi pariwisata Indonesia dalam menyambut revolusi industri 4.0. Menpar meyakini, datangnya Era Creative atau Cultural Industry dalam revolusi industri 4.0 adalah sebuah keniscayaan yang tidak bisa dihindarkan. Karena cepat atau lambat akan menyisir hampir di seluruh sektor, tak terkecuali pariwisata. “Saat ini pelancong, khususnya millennials 70 persen sudah menikmati manfaat era digital. Mereka melihat destinasi, pesan, dan bayar sudah dalam satu aplikasi di ponsel pintar dengan cepat, murah dan mudah,” kata Menpar Arief Yahya . Sadar akan hal tersebut, Menpar punya cara sendiri untuk menyambut revolusi industri 4.0 yang serba digital tersebut. Diantaranya adalah dengan menyiapkan platform digital dengan nama New ITX-Indonesia Tourism Exchange. Platform tersebut adalah sebuah etalase produk pariwisata berwujud digital agar UMKM  kecil, mikro, dan menengah tetap eksis dengan berjualan paket melalui digital marketplace. “Hal itu sesuai dengan Gerakan Go Digital yang sudah kami sah kan dalam Rakornas di Ancol, Jakarta akhir Februari lalu,” lanjut Menpar Arief. Lebih lanjut, menpar mencontohkan fenomena hadirnya Online Travel Agent (OTA) yang semakin kuat dan jauh meninggalkan bisnis travel agent konvensional. Misalnya Traveloka yang berhasil mencapai predikat unicorn digital company Indonesia. Meskipun begitu, dalam pelaksanaannya bukan tanpa hambatan. Menurut data Kementerian Pariwisata (Kemenpar),masih ada 30 persen insan pariwisata Indonesia yang masih betah menggunakan cara lama. Untuk mengatasinya, Menpar akan melakukan penyuluhan agar para pelaku pariwisata Indonesia seluruhnya sudah melek digital. “Orang lama akan dibimbing untuk memasuki era baru yang serba digital. Sesuai dengan hasil Rakornas terakhir triwulan I 2019 yang berfokus pada Transforming Tourism Human Resources, Winning The Global Competition in 4.0 Era,” ujar Menpar. Sebagai informasi, saat ini pemerintah di bawah arahan langsung Presiden Joko Widodo sedang fokus dalam pemberdayaan Sumber Daya Manusia (SDM). Pada 2019 ini pun diharapkan menjadi tahun pembangunan SDM Indonesia. Terkait hal itu, Menpar mengakui telah menyiapkan formula khusus untuk pemberdayaan SDM Indonesia untuk sektor pariwisata. “Kami akan menyiapkan SDM pariwisata yang siap menghadapi era Digital Tourism 4.0. Proses ini sebenarnya sudah dilakukan sejak 4 tahun silam dari tradisi analog konvensional menuju era digital di semua lini,” ungkap Menpar. Dengan visi inilah Menpar meyakini, Indonesia akan tangguh dan mampu memenangi persaingan dalam dunia pariwisata. “Revolusi industri sudah terasa dan makin terlihat di depan mata. Maka kami harus berlari lebih cepat, melompat lebih tinggi, agar bisa memenangkan persaingan global,” tutup Menpar Arief Yahya.

Hasil gambar untuk pariwisata

Introduce Yourself (Example Post)

This is an example post, originally published as part of Blogging University. Enroll in one of our ten programs, and start your blog right.

You’re going to publish a post today. Don’t worry about how your blog looks. Don’t worry if you haven’t given it a name yet, or you’re feeling overwhelmed. Just click the “New Post” button, and tell us why you’re here.

Why do this?

  • Because it gives new readers context. What are you about? Why should they read your blog?
  • Because it will help you focus you own ideas about your blog and what you’d like to do with it.

The post can be short or long, a personal intro to your life or a bloggy mission statement, a manifesto for the future or a simple outline of your the types of things you hope to publish.

To help you get started, here are a few questions:

  • Why are you blogging publicly, rather than keeping a personal journal?
  • What topics do you think you’ll write about?
  • Who would you love to connect with via your blog?
  • If you blog successfully throughout the next year, what would you hope to have accomplished?

You’re not locked into any of this; one of the wonderful things about blogs is how they constantly evolve as we learn, grow, and interact with one another — but it’s good to know where and why you started, and articulating your goals may just give you a few other post ideas.

Can’t think how to get started? Just write the first thing that pops into your head. Anne Lamott, author of a book on writing we love, says that you need to give yourself permission to write a “crappy first draft”. Anne makes a great point — just start writing, and worry about editing it later.

When you’re ready to publish, give your post three to five tags that describe your blog’s focus — writing, photography, fiction, parenting, food, cars, movies, sports, whatever. These tags will help others who care about your topics find you in the Reader. Make sure one of the tags is “zerotohero,” so other new bloggers can find you, too.

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai